Selamat Natal

selamat natal

Sudah cukup lama saya memendam hal ini, ragu, bimbang, dan sejujurnya ada perasaan sedikit takut dikucilkan apabila saya menuliskannya.

Tapi, di tahun ini, saya memutuskan untuk saatnya memberanikan diri dan keluar dari keterbelengguan ketakutan itu, lalu mulai menuliskan dan menyuarakan pendapat saya.

Perihal Mengucapkan Selamat Natal.

Namun sebelum teman-teman mulai membaca tulisan ini, perlu lah saya sampaikan terlebih dahulu. Seperti apa yang dikatakan oleh rekan saya, Dimas. Saya setuju dengannya, bahwa kita adalah orang yang kerap kali melakukan dosa. Bahkan, saya pribadi adalah orang yang kerap sekali secara sengaja untuk merencanakan setiap maksiat yang saya lakukan.

Jadi, artikel yang saya tuliskan ini tentu tidak terlepas dari sisi pendosa saya. Oleh sebab itulah, tidak ada niat sedikitpun untuk menggurui atau menyalahkan seseorang atau sekelompok. Semuanya saya tulis karena berlandaskan opini saya dan secuil pengetahuan saya.

Bismillahirohmanirohim,

Di lingkungan saya tidak sedikit terdapat orang-orang yang suka membid’ah kan sesuatu. Tidak sedikit juga orang-orang yang melarang pengucapan natal. Mengapa?

Ketika saya bertanya kepada orang-orang yang melarang saya untuk mengucapkan natal, memang ada beberapa yang masuk akal. Tetapi, logika saya tidak bisa secepat itu membenarkan argumen mereka.

Kemudian, saya pun meluncur ke mesin pencari untuk menggaet informasi lebih banyak perihal mengapa ucapan natal dinyatakan haram.

Ada beberapa hal yang membuat ucapan selamat natal ini dinyatakan haram. Di lansir dari eramuslim.com

Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin, Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.

Berdasarkan Kaidah Ushul Fikih

”Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)”.

Untuk kemudian MUI mengeluarkan fatwanya berisi :

  1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
  2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
  3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.

Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, sms, email ataupun pengiriman kartu berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama mereka dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka.

Eramuslim.com

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿٧﴾

Artinya : “Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

Jadi, sederhananya alasan mengapa tidak diperbolehkan mengucapkan selamat natal adalah dikarenakan secara tidak langsung muslim yang mengucapkan natal artinya telah mengakui bahwa ada tuhan selain Allah, dan telah menyekutukan Allah SWT.

Meskipun begitu, ada kajian lain terhadap tanggapan mengenai ucapan natal. Di antaranya adalah Syeikh Yusuf al Qaradhawi

Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil. Firman Allah swt :Artinya :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Terlebih lagi jika mereka mengucapkan selamat Hari Raya kepada kaum muslimin. Firman Allah swt :

وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا ﴿٨٦﴾

Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

Tanggapan Saya tentang mengucapkan Selamat Natal

Ketika saya membaca dan mendengar dari orang-orang yang menyampaikan kalau kita mengucapkan natal artinya kita telah mengakui bahwa ada tuhan selain Allah dan sudah menjadi kristen, sejujurnya statement itulah yang membuat logika saya tidak bisa membenarkannya.

Karena bagi saya, sebenarnya kita sama-sama mengakui bahwa alam semesta beserta isinya termasuk kita sendiri sesungguhnya hanya diciptakan oleh satu tuhan. Hanya saja, keyakinan mengenai dimensi dan sudut pandang dalam mempercayai tuhan itu yang berbeda.

Nah dari landasan itulah, bagi saya mengucapkan Selamat Natal adalah bentuk dari menghargai keyakinan umat kristen.

Kita sama-sama paham bahwasahnya memilih dan memiliki keyakinan adalah bentuk dari Hak Asasi Manusia

Artinya jika kita simpulkan secara sederhana dengan mengucapkan Selamat Natal kita sudah menghargai Hak Asasi Manusia orang lain.

Jangankan untuk menghidupkan, dengan kita menghargai Hak Asasi Manusia pun sudah termasuk memanusiakan manusia. Click To Tweet

Oh ayolah bung, tuhan kita itu maha pengasih lagi maha penyayang. Tuhan kita jauh lebih bijaksana, dan seharusnya dengan kebijaksanaan itu, ia akan bahagia karena kerukunan dan kedamaian yang kita coba dirikan ini.

Selamat Natal

Melalui tulisan ini, saya mengucapkan selamat natal kepada teman-teman yang merayakannya. Semoga acaranya lancar dan berbahagialah. Salam untuk keluarga di sana.


Tidak apa jika pada akhirnya teman-teman menyatakan bahwa saya sudah syirik, saya musrik, saya murtad, saya sudah bagian dari Agama Kristen, saya tekankan tidak apa.

Itu hak kalian.

Tapi yang jelas, tentu tuhan kita yang maha besar, yang maha mengetahui, tahu bahwa saya mengucapkan Selamat Natal itu bukan untuk berkhianat darinya.

Tanggapan Cak Nun perihal mengucapkan Natal

Lihatlah betapa senangnya non muslim ini ketika ada muslim yang membantunya mendekorasi pohon natal

Beberapa cuitan yang saya suka.

https://twitter.com/fermendkis/status/1208631914577330176?s=20
https://twitter.com/RizmaWidiono/status/1208976080909955072?s=20
https://twitter.com/bangzul_88/status/1208960512114876417?s=20
https://twitter.com/narkosun/status/1209440944421912580?s=20

Lihatlah, damai itu indah 🙂

Written by
Tri Bintang Utama
Join the discussion

18 + eleven =

Tri Bintang Utama

Founder of Islamiah.id
Founder of Bingungonline.com

Pinterest Profile