Search
Sebuah Kehati-hatian dalam Merindu

Sebuah Kehati-hatian dalam Merindu

rindu

Ketika Adam dan Hawa dipisahkan dengan jarak yang begitu jauh, apakah mereka saling merindukan satu sama lain?

Ketika banjir bah melanda, yang mana Bahterah Nuh tidak menerima dan mengizinkan istri maupun anaknya menaiki kapal yang telah dibangun atas seizin Allah SWT, apakah Nabi Nuh merindukan Istri dan Anaknya?

Ketika Cristhoper Colombus berkelana menjalankan petunjuk semesta untuk mencari tempat baru, apakah ia merindukan Keluarganya?

Ketika Nabi Muhammad SAW berjalan untuk menjual dagangannya, apakah Rasulullah merindukan Istri dan Keluarganya?

Ketika Socrates sedang berperang dengan mantel yang berlobang meskipun di musim salju, apakah Socrates merindukan Istrinya?

Sungguh, hati manusia itu begitu lemah.

Pada dasarnya, manusia begitu perasa.

Begitu juga dengan saya, terkadang terlalu memanjakan rasa. Terlalu secara penuh menuruti kehendak hati untuk mengamuk mana kala rindu melanda.

Akhir-akhir ini, dipenghujung pendidikan 12 tahun. Entah mengapa, aku menjadi begitu mudah merindukan sesuatu. Teruma kedua orang tua ku. Seolah Tuhan yang diwakili semestanya telah mengisyaratkan bahwa aku akan pergi jauh.

Tak apa, aku menikmatinya.

Tapi yang menjadi permasalahannya adalah aku harus mencari cara untuk menutupi rasa rindu itu.

Di tulisan Teknik Ajaib Menahan Rindu aku menyampaikan bahwa,

Menahan Rindu yang Sesungguhnya adalah Menikmati Rindu itu Sendiri. Click To Tweet

Dan semakin hari, aku semakin sadar bahwa aku salah dalam melampiaskan Rindu itu.

Apa gunanya marah jika hanya untuk membuat orang tersebut peka bahwa kita sedang merindukannya?

Apa gunanya bersikap acuh jika hanya untuk membuat orang tersebut mengerti bahwa kita sedang ingin berada di dekatnya.

Dulu aku selalu menyampaikan untuk menciptakan Jarak, agar nantinya Rindu, kalau rindu ya tambah sayang.

Dan hukum itu masih berlaku hingga saat ini.

Selagi ada waktu, mari manfaatkan untuk menyembunyikan amarah tersebut.

Ingat.

Pada dasarnya, kita semua sama-sama menginginkan dimanja, dimengerti, dikasihi.

Orang yang sedang kita rindukan.

Jangan Ragu untuk mengatakan Rindu.

Dan…

Berhati-hatilah dalam melampiaskan Rindu Click To Tweet

Bisa jadi rindu tersebut, membawa kita menjadi lebih dekat.

Atau justru, membuat kita menjadi sama-sama terseret di sumbu yang berlawanan.

Total
0
Shares
Join the discussion

twenty + seven =

2 comments
  • Sepertinya mas Tri lagi sangat merindukan seseorang nih …
    Yang sabar ya, kelak kalau memang sidah waktunya bertemu, pasti bisa bertemu, kok 🙂

    Meski jujur bukan hal yang mudah memendam kerinduan, kadang malah jadi penyebab kemarahan ngga jelas kalau rindu ke seseorang terhalang keadaan.
    Dipikir-pikir ulang lucu juga ya bisa begitu 🙂

Please note

This is a widgetized sidebar area and you can place any widget here, as you would with the classic WordPress sidebar.