Search
Rumpang

Rumpang

rumpang

Setelah sekian lama tidak membuka blog pribadi ini, saya rasa ini saatnya untuk kembali bercerita. Entah ada yang membaca atau tidak, persetanlah. Setidaknya, ada sentuhan silahturahmi antara jari saya dan si keyboard tua.

Bukan tanpa alasan mengapa saya mulai jarang menulis di bintama.com, ya kata orang sih saya sok sibuk. dan saya membetulkan hal itu.

Sibuk dengan Sok Sibuk adalah dua hal yang berbeda.

Jika sibuk, mengartikan bahwa kita sedang memiliki kerjaan yang sudah ditetapkan. Semisal, ketika kita mendapatkan pekerjaan tugas sekolah, dan tugasnya cukup banyak, artinya kita sedang sibuk yang disebabkan oleh tugas sekolah yang diberikan oleh guru.

Sementara sok sibuk, justru menurut saya lebih mengarah kepada pengertian bahwasahnya kita sendiri lah yang mencari kesibukan tersebut.

Singkatnya, sibuk yang sedang kita alami itu karena kita sendiri yang menciptakannya.

Tidak sedikit orang-orang yang mengatakan kalau saya sok sibuk, baik yang menyampaikannya secara langsung, maupun yang menjadikannya sebagai bahan untuk membuka forum.

Saya tidak menyalahkan hal tersebut. Toh, memang harus saya akui pola hidup saya mulai berubah.

Dulu, saya begitu senang jika ada pertemuan organisasi yang sedang saya ikuti. Sedangkan sekarang, saya sudah jarang ikut berkumpul.

Alasan mengapa saya tidak bisa ikut berkumpul dikarenakan, jam kumpulnya adalah jam saya tidur.

Siklus Tidur

Saya sadar, menceritakan siklus tidur saya memang sedikit berlebihan. Toh, siapa sih yang mau perduli dengan siklus tidur saya?

Tapi, demi merampungkan cerita yang rampung, saya rasa tidak ada salahnya saya menulisnya di blog pribadi saya.

Jam 6-8 Pagi, adalah jam dimana saya sedang berusaha untuk tidur. Bahkan terkadang saya baru bisa tidur ketika jam 13:00 manakala perut saya sudah berisi dengan makanan dan menyebabkan saya mengantuk.

Tetapi normalnya, sekitar jam 6-8 saya sudah tertidur dan bangun ketika jam shalat dzuhur. Berkisar jam 12:00.

Ada dua kemungkinan. jika ketika bangun saya mendapati kopi di meja saya, maka saya akan kembali bercengkerama bersama laptop dan papan tulis saya. Tetapi, jika tidak ada kopi, terkadang ketika sudah dzuhur, saya tidur kembali.

Nah, selepas ba’da maghrib lah saya mulai beraktivitas, mengerjakan beberapa pekerjaan yang selayaknya saya kerjakan. Menulis jika sempat menulis, membaca jika sempat membaca, belajar jika sempat belajar. Artinya tidak perkara itu bukan aktivitas utama dong? betul sekali.

Saya berakitivitas ditemani dengan secangkir kopi, hingga ketika sesudah sholat subuh, barulah saya menyiapkan tempat tidur.

Islamiah.id

Inilah yang menyebabkan saya pusing akhir-akhir ini. Menuntaskan islamiah.id

Proyek web islam ini sebenarnya proyek ketika saya masih duduk di bangku sma, tepatnya kelas 10. Karena terkendala beberapa hal, baik dari organisasi hingga dana, proyek tersebut harus saya tunda terlebih dahulu.

Ketika kelas 12 sma semester dua, saya mendapatkan email dari hostinger.co.id, mereka meminta saya menulis ulasan mengenai perusahaan mereka di blog saya, kompensasi yang saya dapatkan adalah hosting dan domain gratis selama satu tahun.

Dari hosting dan domain inilah, saya mulai mengerjakan islamiah.id

Konsep islamiah.id secara sederhana, memungkinkan setiap orang berdakwah melalui tulisan. Jadi setiap user yang sudah mendaftar bisa menulis di islamiah.id

Bagaimana jika ada tulisan yang menyesatkan?

Saya paham, mengenai hal ini. Oleh karena itulah, islamiah.id mengeluarkan syarat dan ketentuan untuk tulisannya.

Jika ada tulisan yang tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan, maka tulisan tersebut tidak akan di publish.

Selain islamiah.id saya juga mengurus bingungonline.com

Ya bingungonline sempat mengalami puncak kejayaan, karena saya mulai jarang mengupdatenya ketika duduk di kelas 12 sma, mulai dari sanalah bingungonline mengalami penurunan.

Terlepas dari dunia website, saya juga sedang menggarap novel thriller, entahlah apakah nanti kesan thriller nya bisa dirasakan oleh pembaca?

Berbicara mengenai kesehatan, saya paham, atas semua yang telah biasa saya lakukan, penyakit-penyakit seolah menetapkan saya sebagai tempat favorit untuk dikunjungi.

Akan tetapi, lagi-lagi. Persetan.

Prinsip saya

Saya rela mati di usia muda jika dengan kondisi ketika saya mengejar tujuan saya, dan saya siap mati di usia tua, karena sudah tercukupi semuanya.

“Rela mati di usia muda, siap mati di usia tua.”

Tri Bintang utama

Ya, pada akhirnya, saya menuliskan ini bukan karena suka dibilang sok sibuk. Toh, saya sadar, nanti akan ada waktunya apa yang saya kerjakan akan diketahui oleh banyak orang.

Islamiah.id memiliki konsep, konsep mendatangkan progress, oleh karena itulah meskipun sedang mengalami fase pusing, fase mudah capek, saya harus tetap bertahan.

Titik terangnya, saya mendapatkan petunjuk, rumpang atau tidaknya cerita kita, semua tergantung kepada diri kita sendiri. Karena kita pembuat cerita dari cerita kita sendiri.

Total
1
Shares
Written by
Tri Bintang Utama
Join the discussion

4 × two =

Terima Kasih.

Founder of Islamiah.id

Founder of Bingungonline.com

Sedang menggarap naskah yang berkisahkan pembunuh berantai.

Besok, kita cerita lagi.