Search
Persembahan Ruas yang Membelok

Persembahan Ruas yang Membelok

Akhir-akhir ini, kerap rupa lama hadir menyongsong di depan wajah. Bukan Abstrak, tapi saya juga tidak menyebutnya nyata, produksi halusinasi saya barangkali.

Sesegera mungkin saya menyadari bahwa itu adalah luka lama, tapi seolah terus menggema di raga.

Tapi apa pun itu, saya tidak pernah berdoa dan berharap karma menimpanya. Dia akan baik-baik saja, sesegera mungkin bahagia menyertainya.

Kalau-kalau saja melepas rindu sama mudahnya dengan Rindu yang datang itu sendiri, kalau-kalau saja bangkit sama mudahnya dengan mendapatkan keterpurukan itu sendiri, agaknya rasa-rasa ini mati bersama rasa yang tumbuh itu jua. Karena tidak ada yang namanya mengingat dalam urusan perasaan, yang ada ialah teringat dalam rangka melupakan.

Total
0
Shares
Written by
Tri Bintang Utama
Join the discussion

five × one =

Terima Kasih.

Founder of Islamiah.id

Founder of Bingungonline.com

Sedang menggarap naskah yang berkisahkan pembunuh berantai.

Besok, kita cerita lagi.