Search
Perananan Agama dalam Hukum dan Kehidupan

Perananan Agama dalam Hukum dan Kehidupan

peran agama dalam hukum

Apa peranan Agama dalam mengatur hukum kehidupan dalam manusia? Apakah Agama memiliki peranan dalam mengatur hukum kehidupan dalam manusia?

Agama sudah lama menjadi sebuah topik pembahasan, baik bagi para penganutnya sendiri, hingga para penentangnya.

Saya yakin, agama bukan konteks yang tepat untuk dilupakan. Tidak seperti “dewa” hingga “sesembahan” yang secara tidak perlahan, terus dilupakan.

Konteks mengenai agama sendiri terlalu mahal untuk secara tegas digantikan dengan ilmu pengetahuan. Meskipun ilmu pengetahuan terus berkembang dan terus pula menuntun makhluk manusia menjadi makhluk yang betul-betul memenuhi title-nya sebagai makhluk yang paling sempurna.

Keyakinan saya mengenai agama bukanlah konteks yang tepat untuk dilupakan sama besarnya dengan keyakinan saya mengenai orang atheis yang akan terus berdatangan.

Kok bisa gitu? bukankah dengan terus berdatangan para atheis malah justru membuat agama terlupakan?

Konsepnya tidak seperti itu.

Atheis ada, karena agama.

Agama hilang, yang akan membedakan atheis dengan orang-orang lainnya lantas bagaimana?

Ya, begitulah. Pembahasan mengenai agama akan terus berkembang dan tidak akan pernah terhapuskan.

Apakah agama sepenting itu? Bukankah agama tidak lebih dari sekedar cerita fiksi yang oleh sang nabi disebarluaskan? Semacam dongeng maraton? Atau bisa jadi agama adalah sebuah cerita fiksi yang dilebih-lebihkan?

Jujur saja, pertanyaan tersebut hadir dalam hidup saya.

Saya berfikir agama adalah sebuah cara untuk menakut-nakuti, cara berdemokrasi, cara bersosialisasi, cara berpolitik, bahkan cara untuk menegakan hukum. Yang mana bisa kita ambil kesimpulan bahwa, agama adalah pondasi kemunafikan seseorang.

Awal mula pikiran tersebut hadir ketika saya bersenggama bersama kopi. Yang saya ingin pikirkan pada saat itu bukanlah hal yang malah justru menjadi pertanyaan besar dalam hidup saya.

Singkat cerita, saya berfikir bagaimana awal kehidupan di muka bumi ini. Mulai dari cerita Adam dan Hawa, hingga satu hal yang tidak direncanakan oleh tuhan.

Bukannya mendapatkan sebuah pencerahan, saya malah justru mendapatkan pertanyaan baru lagi.

Hal tersebut berkaitan dengan Agama, Hukum, dan Kehidupan Manusia.

Misalnya, pada suatu desa hiduplah beberapa manusia yang belum memiliki aturan hukum. Perlahan mereka menyadari akan pentingya batasan dan aturan dalam kehidupan. Berdiskusilah mereka untuk membuat aturan tersebut.

Setelah diskusi selesai, terciptalah beberapa aturan dan hukum yang wajib mereka patuhi.

1 Minggu Berlalu, aturan tersebut masih bisa diterima dengan baik.

Namun perlahan, muncul lah sebuah gagasan salah satu dari mereka.

Mengapa saya harus menuruti aturan yang dibuat oleh si A? lagian saya tidak bilang setuju ketika berdiskusi.

Akhirnya mereka pun berdiskusi lagi.

1 Bulan kedepan, masalah yang sama kembali terjadi.

Hingga akhirnya, si L mempunyai sebuah ide agar masyarakat yang ada di desa tersebut mau mematuhi hukum tanpa banyak membantah.

Hei, kalau kamu tidak mau mematuhi hukum ini, nanti Tuhan akan marah. Ini hukum dari tuhan.

Muncul lah kebingungan dari masyarakat yang ada di desa tersebut. Siapa tuhan? kalau dia betul-betul menciptakan hukumnya, mengapa dia tidak ikat berdialog bersama kita?

Dengan penuh percaya diri, si L pun terus menciptakan cerita-cerita untuk menakut-nakuti para masyarakat yang ada di sana.

Karena kepandaian si L merangkai cerita, masyarakat yang ada di desa tersebut pun mempecayai dan ikut ketakutan akan datangnya hukuman dari tuhan jika aturannya dilanggar.

Saya tidak tahu seberapa sibuknya malaikat Atid mencatati dosa saya karena telah berfikir seperti itu.

Terkadang saya membenarkan pikiran tersebut, tetapi di satu sisi saya disibukan mencari jalan untuk membantah pernyataan tersebut.

Hingga pada akhirnya, untuk menjawab dan membantah pikiran tersebut adalah dengan cara memahami kembali hakekat dari hukum dan kebebasan.

Di artikel “Hubungan Antara Hak Asasi Manusia dan Kebebasan” saya menyatakan bahwa

“Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang paling ironis adalah dengan memberikan kebebasan secara menyeluruh kepada Hak Asasi Manusia itu sendiri. Karena kebebasan yang sesungguhnya hanya mampu diraih oleh mereka yang membenci kebebasan itu sendiri.”

Yang mana jika saya pikir-pikir lagi, Agama memiliki peranan lebih dari sekedar dongeng hukum. Tapi juga turut menghidupkan makna dari kebebasan itu sendiri.

Hindu, Buddha, Kristen, Konghucu, Islam, adalah agama yang telah membuat manusia memahami konsep kebebasan yang tepat untuk para penganutnya.

Tanpa adanya hukum, kebebasan tidak akan pernah ada.

Dan agama adalah salah satu alasan mengapa hukum tetap ada hingga saat ini.

Persetan mengenai cerita dongeng yang telah kita bahas tadi, yang jelas saya betul-betul bersyukur telah hidup dan dihidupkan pada era dimana agama telah ada.

Total
0
Shares
Join the discussion

20 + eight =

Terima Kasih.

Founder of Islamiah.id

Founder of Bingungonline.com

Sedang menggarap naskah yang berkisahkan pembunuh berantai.

Besok, kita cerita lagi.