Search
Mengapa Film Indonesia Mudah ditebak?

Mengapa Film Indonesia Mudah ditebak?

Mengapa film indonesia mudah ditebak?
Summary:

Mengapa Film Indonesia Mudah ditebak? Saya rasa, bukan saya sendiri yang sering mempertanyakan dan mempersoalkan perihal film Indonesia yang mudah ditebak.

Saya rasa, bukan saya sendiri yang sering mempertanyakan dan mempersoalkan perihal film Indonesia yang mudah ditebak.

Ketika masih pada zaman suka menonton tv dulu, saya dan saudara perempuan saya pasti selalu suka menebak-nebak adegan yang akan terjadi pada sebuah film.

Jika tebakan kami benar, itu bukanlah suatu hal yang membanggakan. Karena memang beberapa film Indonesia yang kami tonton jalan ceritanya sangatlah mudah ditebak.

Apa lagi, dulu masih zaman-zaman nya film yang episode nya sampe beribu-ribu. Contohnya, film Tukang Bubur Naik Haji.

Padahal, jalan ceritanya sama saja. Tidak ada perubahan, tidak ada kejutan. Selalu mudah ditebak.

Dan sesuai dengan judul, melalui artikel ini saya akan membagikan opini saya.

Mengapa Film Indonesia Mudah Ditebak?

1. Pola Pikir

Jika kamu menonton film luar negri, anggap saja film Harry  Potter. Dan kamu suka kaget dengan beberapa scene yang tidak diduga, wajar.

Alasan pertama mengapa film Indonesia mudah ditebak adalah pola pikir. Pola pikir kita dengan penulis scenario di Indonesia banyak sama. Bisa jadi dipengaruhi karena faktor lingkungan.

Sederhananya, beberapa kegiatan yang biasa dilakukan akan mempengaruhi pola pikir kita. Karena beberapa kegiatan orang Indonesia banyak yang sama, oleh sebab itulah beberapa pola pikir kita hamper sama dengan orang lain.

2. Kebiasaan

Maksud dari kebiasaan yang ingin saya tekankan di sini adalah beberapa adegan di film Indonesia yang memiliki kesamaan dengan keadaannya langsung di kehidupan sehari-hari.

Misalnya, film yang berceritakan mengenai keributan rumah tangga. Beberapa adegannya akan dibuat sama persis dengan kehidupan sehari-hari.

Oleh karena kita sudah terbiasa dengan keadaan semacam itulah kita jadi mudah menebak jalan cerita dari film tersebut.

3. Yang penting selesai

Ah, udah ah. Jangan dibuat ribet filmya. Toh, yang nonton juga Cuma orang Indonesia, yang penting filmnya selesai.

Ya, ketiga poin di atas hanya sekedar opini saya. Apapun itu, mari kita tetap dukup produksi film di Indonesia, semoga kedepannya banyak film-film Indonesia yang jalan ceritanya menarik dan tidak mudah ditebak.

Total
0
Shares
Written by
Tri Bintang Utama
Join the discussion

18 − nine =

1 comment
  • Sebenernya adalagi sih yang menurut saya jadi faktor penting banget kalo masalah sinetron.
    ‘kejar tayang’ sinetron indonesia hampir semua nya pake sistem kejar tayang jadi otomatis produksi nya terlalu di ‘kejar tayang’ alias terlalu diburu buru. Produksi sinetron Indonesia donesia masih kalah jauh sama punya nya thailand, china, korea, jepang. Karena jam tayang sinetron di Indonesia biasanya full dari senin sampai minggu. Sedangkan kalo di negara negara yang saya sebutin barusan mereka cuma tayang seminggu sekali / seminggu dua kali yang otomatis banyak waktu untuk ngerampungin produksi cerita.
    Sebeernya Indonesia punya banyak bgt penulis yang berbakat, tapi karena sistem yang ‘fucked up’ dan terlalu mentingin quantity over quality jadi lah kaya sekarang ini.
    Kalo untuk masalah film, menurut saya industri perfileman di Indonesia lagi mulai bangkit pelan pelan.

Terima Kasih.

Founder of Islamiah.id

Founder of Bingungonline.com

Sedang menggarap naskah yang berkisahkan pembunuh berantai.

Besok, kita cerita lagi.