Search
Teknik Ajaib Menahan Rindu

Teknik Ajaib Menahan Rindu

Menahan rindu adalah musuh terbesarku. Mengingat bahwa aku adalah substansi yang diciptakan tuhan  bukan untuk menikmati elemen yang bernama rindu.

Rindu adalah keadaan, ketika mengenang, ketika terkenang, dan pertanyaannya apakah kita juga dikenang?

Terkadang aku berpikir, ini adalah keadaan yang begitu menyiksa. Logikanya, jika kita sedang marah kita bisa melampiaskannya kepada orang-orang maupun benda-benda yang ada di sekitar kita. Akan tetapi bagaimana dengan rindu? kepada siapa ini bisa dilampiaskan.

“Rindu adalah perasaan seseorang yang sangat menginginkan sesuatu, misalnya bertemu, ingin memandang (melihat), mendengar kepada objek yang di puja-puja. pelajarindo.com”

Meski pada hakikatnya, rindu adalah sifat sejati manusia yang tak bisa dimunafikan. Akan tetapi terkadang rindu datang disaat yang tidak tepat dan betul-betul sedang tidak diharapkan. Lalu, bagaimana kita bisa menahan rindu yang mengaduk-aduk logika dan perasaan?

Aku pikir, rindu tak bisa dihilangkan. Serta merta ikut dihapuskan. Akan tetapi, rindu bisa di minimalisir dengan sedikit teknik sihir dari penulis amatir.

Dan setelah beberapa hari, menikmati rindu. Aku mampu menemukan sedikit celah agar kita bisa meminimalisir rasa rindu. Dan aku harap kalian tidak mencontohnya.

Berikut Teknik Ajaib Menahan Rindu

 

Sugestikan Bahwa kita memang sedang merindu,

siapapun itu. Inilah yang aku lakukan pertama kali. Gampangnya ketika kita mengurung diri untuk merindukan sesuatu, justru yang kita lakukan itu malah membangkitkan gairah untuk terus merindu.

Mengapa?

Ketika kita memilih untuk tidak merindu, secara tidak langsung kita akan menciptakan rindu yang baru. Dan ketika rindu yang baru ikut kita tahan,maka tercipta lagi rindu yang baru. Dan seterusnya.

Intinya jangan menahan rindu.

Merindu adalah seni.

Kok bisa dibilang seni?

Seni menahan diri, seni mengontrol diri, dan seni untuk gengsi. Tapi bener kan?

Terkadang rindu tercipta karena kita sendiri terlalu sering berulah. Gengsi.

Lah kan kita mau menahan rindu, tapi kok malah disuruh merindu. Menahan rindu, justru malah akan membuat kita tersiksa. Semakin sering ditahan semakin rindu tersebut berlamburan. Sekali lagi aku ulangin. Jangan pernah menahan rindu.

Menikmati Kopi, Kalau perlu ampasnya dibuat jadi Bakwan

Aku tidak mengenalmu, jadi ya aku tidak mengetahui apa yang kamu sukai. Akan tetapi, selama rindu menerpa, kopi selalu berada dan memposisikan diri dengan senantiasa memberikan ampasnya kepada anak manusia yang tak mampu munafik dengan perasaannya.

Serius. Kopi betul-betul bisa meminimalisir rasa rinduku. Mau coba?

 

Ini adalah metode sederhana yang kulakukan ketika rindu berada pada titik kritis. Tubuh menggigil, otak mengekerdil, dan badan menjadi dekil.

Manakala rindu, aku mulai menuliskannya. Terkadang aku lebih memilih untuk menuliskan isi hatiku, dari bercerita kepada manusia.

Toh, bercerita bukan metode yang baik untuk melepas rindu.

Daripada mencari orang untuk mendengarkan seluruh curhatanmu, mending curhat melalui tulisanmu.

Apa keuntungannya?

  1. Belajar Nulis
  2. Melatih otak untuk berpikir kritis
  3. Membuat pikiran menjadi lebih manis
  4. Teman curhat terbaik manakala rindu mata dan hati hendak menangis.

 

Berdasarkan tiga hal di atas. Saya pun merangkainya menjadi satu metode. Saya belum tau nama metodenya apa. Kalau kamu punya nama metode yang baik, kasih saran di kolom komentar ya.

Singkatnya metode inilah yang membuat saya mampu meminimalisir rindu.

Jadi rangkainnya gini.

Pertama, saya akan senyum-senyum sendiri dan menikmati hembusan angin seolah itu adalah hawa dari orang yang kita rindu kan. Terkadang saya tidak sungkan untuk mencium dinding. Intinya di tahap pertama ini kita menghayal bahwa kita betul-betul menikmati rindu.

Karena menahan rindu yang sesungguhnya adalah menikmati rindu itu sendiri. bintama.com Click To Tweet

Sekarang ngertikan? 🙂

Kedua, setelah memastikan diri bahwa kita menikmati rindu tersebut. Kopi menjadi tahap yang begitu indah.

…”Kopinya diapain sih?”

kamu taburin diseluruh tubuh terus jadiin bahan buat mandi susu. Biar jadi Mandi Kopi susu.

Ya kopinya diminum. Dinikmatin. Dirasain. Karena kopi tercipta untuk anda orang-orang yang tersiksa karena kegengsian yang anda ciptakan sendiri. 😆

Ketiga, saatnya untuk menulis. Gak harus menulis kok, digambarkan juga boleh. Silahkan tulis, mengapa kamu rindu, kepada siapa kamu rindu, dan lain sebagiannya.

 

Nah itulah metode yang aku lakukan ketika sedang rindu. Di awal tulisan ini aku sudah bilang untuk tidak mencontoh metodeku.

Mengapa?

Ingat, Rindu adalah seni. Sebuah tahapan untuk mengeksplor diri. Ciptakanlah metode sendiri. Raihlah mimpi, teruslah berprestasi, semoga gak remidi. hehehe

Tapi gak ada salahnya kalau kamu mau mencontohnya. Kalau berhasil, rajin-rajin main di bintama.com ya.

 

Baca Juga :

Total
0
Shares
Join the discussion

4 × 5 =

4 comments

Please note

This is a widgetized sidebar area and you can place any widget here, as you would with the classic WordPress sidebar.