Apa alasan kita selama ini bersekolah? Untuk bekerja, untuk menikah, atau hanya sekedar paksaan dari orang tua?  

Apapun paksaannya yang jelas orang tua kita tentunya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Sekolah menuntun kita untuk menggali ilmu, dan ilmu menjadi salah satu ciri manusia yang unggul.

Mengenai hal ini saya jadi ingat sebuah deklarasi dari Nietzche

“Satu-satunya tujuan peradaban adalah untuk menciptakan manusia-manusia unggul.”

Artinya, peradaban selalu menuntut manusia untuk menciptakan elemen-elemen yang membuat dunia semakin maju dan melanglang buana.

Orang tua menuntun kita untuk bersekolah tentunya agar kita memiliki ilmu yang cukup untuk bekal kehidupan di hari-hari selanjutnya.

saya pikir apa yang diinginkan peradaban untuk menciptakan manusia unggul perlahan mulai tercipta. Bukti nyata dari itu semua adalah gaya kehidupan manusia.

Berkat Leonard Kleinrock, penemu internet yang terjadi di tahun 1969. Semua tatanan kehidupan berubah pesat, mulai dari alat komunikasi hingga cara transaksi jual beli.

Internet terus mendatangkan dampak positif, bukan hanya dalam bidang kehidupan tapi juga ikut membantu perkembangan sebuah negara.

Yang dulunya mengirim pesan menggunakan sang merpati, sekarang tinggal menggunakan Sosial Media yang pastinya tidak membuat kita letih.

Dan semua pencapaian tersebut karena Ilmu Pengetahuan.

Ayah saya pernah berkata 

"Ayah tidak memiliki warisan kecuali ilmu pengetahuan nak."

Dari manakah sumber ilmu pengetahuan | Sumber : Freepik.com edited by : Bintama.com

Umat islam sepakat, bahwasannya Ilmu pengetahuan yang selama ini kita miliki berasal dari Wahyu.

Yang mana, wahyu itu sendiri termanifestasi dalam Al-quran dan Sunnah.

Sedangkan secara umumnya, ilmu pengetahuan berasal dari dua hal yaitu

PENGALAMAN

PENALARAN

Terlepas dari itu semua saya pun memiliki sebuah pendapat. Dimana ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh dua hal yaitu Internal dan External.

Yang dimaksud dari Internal sendiri adalah ilmu pengetahuan dipengaruhi dari dirinya sendiri. Dimana komponen utama dalam penggerak manusia dalam menuntut ilmu pengetahuan adalah dirinya sendiri.

Sedangkan untuk External sendiri adalah faktor yang dipengaruhi dari luar. 

Seperti…

  • Siapa temannya
  • Dimana dia bersekolah
  • Seperti apa lingkungannya
  • Dan yang terpenting bagaimana keluarganya

Mengapa saya bilang kalau keluarga merupakan faktor terpenting dalam pencarian ilmu pengetahuan?

Pertama soal waktu. Ya, mau seberapa lamapun kita berada di luar yang pastinya waktu untuk keluarga lebih banyak. 

Tempat pulang dan tempat perlindungan terbaik. Jika Rumahku Istanaku. Maka keluargaku aset terbaikku. 

Tempat bercerita dari setiap kejadian yang ada. Jangan ada yang dirahasiakan ya

Tempat terbaik untuk berbagi dan saling tolong menolong

Keempat faktor tersebut merupakan alasan kecil mengapa keluarga memiliki peranan yang penting dalam mendorong dan membuka gerbang anak dalam memburu ilmu pengetahuan. 

Keluarga menjadi penyumbang terbesar dimana anak berfikir untuk menciptakan tatanan kehidupan yang lebih baik.

Keluarga menjadi pendorong dimana anak memiliki kegigihan dalam menggapai cita-citanya

Keluarga menjadi media dimana anak mengenal yang namanya sekolah. 

Sekolah menjadi sarana dimana anak akan mendapatkan berbagai asupan ilmu pengetahuan dan pendidikan. 

Kasarnya, sekolah menjadi tempat penitipan anak walau hanya dalam hitungan jam.

Meskipun sudah bersekolah, bukan berarti orang tua harus acuh dalam kepentingan pendidikan yang diperoleh oleh anaknya. Seperti apa yang saya sampaikan di atas bahwasannya orang tua patut untuk mengetahui siapa saja orang-orang yang disekitar anaknya.

ini merupakan hal kecil yang seharusnya tidak ada alasan bagi orang tua untuk mengabaikan. 

Terlepas dari pendidikan etika dari guru dan orang tua, nyatanya orang-orang yang ada disekitar anak turut menyumbang seperti apa jadinya etika anak kita.

Kita tarik kesimpulan bahwasannya sebagai orang tua kita harus memperhatikan anak dan jangan sampai salah pergaulan.

Kok Keluarga harus terlibat penting sih dalam pendidikan anak?

Keluarga memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pendidikan anak.

Hal ini pun termaktub pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 30 tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Artinya mau tidak mau, keluarga harus mampu menghadapi resiko yang mampu mengancam pendidikan keluarganya.

Dan kini orang tua dihadapi dengan tantangan baru dengan memasuki era yang lebih mencekam. 

Era dimana Manusia menuhani dirinya sendiri karena terlalu sibuk berfantasi di dunia yang penuh dengan ilusi.

Era dimana semua aktifitas tidak bisa terlepas dari kemajuan teknologi.

Era dimana orang tua harus terus berhati-hati…

Berhati-hati? Bukankah teknologi banyak mendatangkan hal-hal positif yang mampu membantu manusia menjadi lebih baik lagi?

Seolah ditakdirkan berpasangan. Jika ada yang positif akan selalu ada yang namanya negatif.

Berikut 6 Pengaruh Internet bagi Anak

Dampak Internet Bagi Anak | Source : keluargabiru.com

Ya internet memang terus mendatangkan dampak positif. Baik sebagai media belajar hingga hiburan. Akan tetapi jika kita perhatikan dari gambar di atas Dampak Negatif dari Internet sangatlah membahayakan.

Pernah gak sih orang tua terbayang kalau diam-diam anak kita menonton video porno? atau bermain game yang mengandung konten dewasa?

Bukan bermaksud untuk menuduh, tapi tidak ada salahnya orang tua memberikan kekhawatiran tersebut terhadap anaknya.

Lalu, bagaimana sih cara menjadi Orang Tua yang baik untuk anak dan keluarga di era kekinian?

Pertama, Mari mulai dari Orang Tua.

Logikanya begini, orang tua adalah pemimpin pasukan perang. Sebelum memimpin tentunya orang tua harus bisa terlebih dahulu teknik-teknik bertempur. Nah begitu juga dengan menghadapi persoalan ini. Sebelum kita siap dalam mendidik anak di era kekinian, tentunya orang tua juga harus membekali dirinya dengan ilmu teknologi. Ya jangan gapteklah.

Kedua, Jangan Melarang tapi Cukup Dibatasi.

Mengingat kita hidup dimana tidak bisa mencari makan dengan menombak, melarang anak dalam mengakses internet bukanlah hal yang pas. Bukan berarti kita harus membebaskan mereka berselancar internet sepuas-puasnya.

Cukup dengan membatasi.

Caranaya bagaimana? Waktu berkumpul keluarga jangan dirusak karena asik bermain gadget.

Apapun Alasannya!! Baik itu buat update sosial media atau sekedar pejengan semata.

Ingat, keluargamu adalah aset terbaikmu. Kalau keluarga hilang?

Ketiga, Awasi dan Pahami.

Masih berkaitan dengan poin nomor 2. Terlepas dari membatasi orang tua juga harus aktif dalam mengawasi. Kita harus tau apa saja yang mereka lakukan dengan internet. 

Akan tetapi ada nih anak yang risih jika diawasi. 

Ya, mengawasi bukan berarti harus mengekang. Cukup dicek dengan waktu-waktu tertentu saja.

Terus yang maksudnya memahami itu apa?

Mengawasi artinya kita mengetahui apa yang dilakukan oleh anak. 

Ciptakan hal positif dari apa yang mereka sukai. Mereka menyukai game? artinya mereka menyukai tantangan. Tak ada salahnya orang tua memberikan akses untuk belajar ilmu pemrograman. Siapa tau bakat anaknya disitu?

Keempat, Jangan Pernah Mengancam!!

…”Kamu jangan pernah main itu.”

“Kamu jangan pernah akses itu.”

“Kamu jangan pernah, kamu jangan pernah, kamu jangan pernah, pokoknya jangan pernah!!!”

Wahai Orang Tua, Kamu Jangan Pernah Mengancam Anak. 

Ancaman justru menimbulkan rasa keingintahuan anak itu. Dalam kata lainnya Kepo.

Karena penasaran anak justru malah mencoba.

Bom!!!

Kamu Jangan Pernah Mengancam!

Kelima, Ajak Bercerita.

 Ya, saya paham. Hal semacam itu sangat mustahil dilakukan di zaman sekarang. Mengingatnya banyaknya waktu yang kita gunakan untuk diluar. Pas pulang kerumah istirahat karena kelelahan.

Tapi cukup!! jangan jadikan itu alasan. Lagi-lagi ingat, keluargamu adalaha aset terbaikmu. 

Ajak mereka bercerita dan ketahui masalah apa yang sedang mereka landa.

“Tapi anak saya tertutup sekali dan gak mau cerita.”

Tahu alasannya apa? 

Anak tertutup karena terlalu banyak mendapatkan tekanan. Baik dari orang tua itu hingga linkungannya. Mereka tertutup karena takut untuk memulai cerita. Takut pada akhirnya orang tua memarahi mereka. Apalagi cerita soal romantika cinta.

Jadi, tutupi marahmu dengan menciptakan solusi atas masalah apa yang dihadapi oleh anak. Jadilah orang tua yang sebisa mungkin menciptakan kenyaman bagi anak untuk bercerita. Dengan begitu percayalah tidak akan ada yang namanya ditutup-tutupi.

Keenam, Ciptakan permainan sebagai pelajaran

Seperti apa yang saya katakan diatas. Di mana kita tidak bisa terlepas dari yang namanya Internet.

Karena itulah orang tua harus kreatif memilah dan memilih game atau konten mana yang layak untuk dikases. Sambil bermain tidak ada salahnya kita sambil belajar. Ya  begitulah kurang lebih.

 

Intinya, sebagai Orang Tua dalam menghadapi era kekinian tentunya kita tidak bisa hanya memandu tangan dan menyaksikan apa yang anak kita lakukan. 

Ketahui. Setidaknya anak tidak memiliki alasan untuk membodohi.

…”Akan tetapi saya terlahir dari masa yang memang belum mengenal teknologi.”

Jadi gimana dong?

Mempersembahkan..

 

Apa itu Sahabat Keluarga? Jadi sahabat keluarga adalah sebuah situs dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan konten mengenai pendidikan keluarga dan anak.

Bagaimana caranya mengakses Sahabat Keluarga? Akses Sahabat Keluarga di https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Apa sih gunanya sahabat keluarga?

Denger gak tuh masih ada alasan buat mengacuhkan keluarga terutama pentingnya pendidikan bagi anak?

Ingat Keluargamu adalah Aset terbaikmu.

Yuk bina dan bimbing keluarga untuk menjadikan era kekinian menjadi lebih bermakna bersama sahabat keluarga. 

Sahabat Keluarga, sahabat kita semua.

#sahabatkeluarga