Search
Kecewa Kok Masih Sayang?

Kecewa Kok Masih Sayang?

kecewa kok masih sayang

Kamu kenapa sih masih mikirin dia, orang dia aja udah ngecewain kamu. Kamu masih sayang sama dia? Dasar Goblok! Harga diri kamu dimana?

Perihal kecewa, perihal sayang. Manusia paling pandai menciptakannya. Kata orang, jangan terlalu sayang, nanti kecewa. Tapi pertanyaannya adalah, Bisakah manusia membatasi rasa sayangnya?

Sungguh lucu jika bisa.

Jadi, konsep untuk menerapkan “Jangan terlalu sayang” itu bagaimana? Kalau dia udah buat nyaman, buat bahagia, dan buat selalu ketawa.

Bisa kok. Coba jaga jarak.

Saya rasa, dan sudah saya terapkan. Menjaga jarak justru malah membuat kita menjadi semakin sayang. Kenapa? Jarak menuntun kita untuk merasakan rindu, semakin rindu maka akan semakin terbayang dan semakin terpikirkan. Kalau sudah setiap saat dipikirkan, ya malah justru tambah membuat rasa sayang itu semakin menjadi.

Artinya, tidak ada ketentuan mutlak untuk “Jangan terlalu sayang”

Tetapi, memang benar adanya jika kita terlalu sayang nanti kecewanya akan semakin besar.

Dan sialnya, sayang mengalami itu.

Syukurnya, bukan cerita mengapa saya bisa kecewa yang akan kita bahas. Tetapi perihal Kecewa kok masih Sayang?

Saya rasa, hal semacam itu wajar terjadi.

Yang namanya kecewa itu terjadi karena ada rasa sayang. Kalau gak ada rasa sayang ya gak mungkin kecewa.

Logikanya sesederhana itu.

***

Pada beberapa keadaan, saya justru menganggap bahwa kekecewaan itu diperlukan dalam sebuah hubungan.

Untuk menjadi sebuah pelajaran, dan pengingat bahwasanya dikecewakan itu tidak enak. Karena tahu tidak enak, keberhati-hatian untuk tidak mengecewakan orang lain pun semakin bertambah.

Sayang tetap ada selepas kecewa, bahkan bisa jadi bertambah. Karena kalau kecewa kan tercipta jarak tuh.

Tetapi, kepercayaan, komitmen, dan menajaga hati sudah berubah volumenya.

Apakah selepas kecewa sebuah hubungan bisa kembali seperti dulu lagi?

Bisa. Untuk orang yang dengan sabar mau membenahi kesalahannya, menjaga baik-baik waktu yang tersisa, serta lebih berhati-hati kedepannya.

Kecewa itu bukan sekedar perkara sakit dan terluka, tapi juga perkara makna dan keikhlasan. Tuhan lebih tahu, apa yang hambahnya butuhkan.

Bagaimana mengembalikan kepercayaan setelah mengecewakan?

Nah, kalau untuk pertanyaan ini saya tidak bisa menjawab.

Yang jelas, tetesi saja terus pakai air.

Ingat, selepas kecewa. Jangan Dendam.

Nikmati rasa sakitnya, nikmati rasa tangisnya. Ternyata itu bermanfaat untuk kesehatan.


Sedah terjawab bukan perihal Kecewa kok Masih Sayang?

Total
0
Shares
Written by
Tri Bintang Utama
Join the discussion

eighteen + 9 =

1 comment

Terima Kasih.

Founder of Islamiah.id

Founder of Bingungonline.com

Sedang menggarap naskah yang berkisahkan pembunuh berantai.

Besok, kita cerita lagi.