Mengapa Tidak Ada Kehidupan di Bulan? Apakah kehidupan di bulan sudah punah? Atau bisa jadi di bulan sudah kiamat duluan?

Bulan merupakan Satelit Alami Bumi. Yang artinya, bulan tidak dibuat oleh akal manusia, melainkan memang hadir sesuai kehendak sang kuasa. Di antara satelit alami lainnya, Bulan merupakan satelit terpadat kedua setelah IO.

Io adalah satelit terdalam di antara empat satelit-satelit Galileo yang mengelilingi planet Yupiter. Dengan diameter sebesar 3;642 kilometer, Io merupakan satelit terbesar keempat di Tata Surya.

Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah pembentukan Bumi.

Ada banyak sekali hipotesis-hipotesis yang bermunculan mengenai asal-usul Bulan. Namun hingga saat ini, hipotesis yang paling bisa di terima saat ini menjelaskan bahwa, Bulan terbentuk akibat hasil dari serpihan-serpihan yang terlepas setelah benda langit seukuran mars bertubrukan dengan Bumi.

di lansir dari wikipedia, Bulan menjadi satu-satunya benda langit yang telah berhasil di darati oleh manusia

Pada tahun 1959, Program Luna Uni Soviet menjadi wahana pertama yang mencapai ke bulan dengan pesawat luar angkasa. Misi ini pun tidak sia-sia, ketika kembali ke bumi para tim dari Luna Soviet berhasil membawa 380 KG batuan bulan.

Batuan ini pun digunakan untuk mengembangkan pemahaman geologi mengenai asal-usul bulan.

Nah, sekarang pertanyaanya adalah Mengapa Tidak Ada Kehidupan di Bulan? Padahal kan sudah ada manusia yang pernah mendarat ke bulan…

Siapa yang mau tinggal di bulan? Manusia? Hewan? atau ada tumbuhan yang bisa di tanam?

Jadi gini, sesuatu yang bisa di kunjungi bukan berarti menjadi tempat yang tepat untuk di huni.

Air di Bulan

Di lansir dari wikipedia Air cair tidak bisa bertahan di permukaan Bulan. Saat terkena radiasi Matahari, air dengan cepat akan terurai melalui proses yang dikenal dengan fotodisosiasi dan lenyap ke luar angkasa.

Sementara itu, Air menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan makhluk hidup. Bagaimana bisa kita hidup tanpa air.

Oksigen di Bulan

Jurnal Nature Astronomy menyatakan bahwa di Bulan ada Oksigen, dan oksigen tersebut datang dari bumi.

Kok Bisa?

Penjelasannya sih gini

Selama sekitar lima hari tiap bulannya, Bulan terlindungi dari angin Matahari oleh magnetosfer Bumi, sebuah gelembung di mana medan magnet Bumi punya pengaruh cukup besar.

Terada dan timnya percaya bahwa ion oksigen perlahan-lahan bergerak dari bumi ke bulan dan tertanam di lapisan atas permukaan bulan yang terdiri dari tanah dan batuan. Selama miliaran tahun, oksigen itu bertahan di sana.

Akan tetapi, oksigen tetap akan habis jika tidak ada alat produksi tetapnya. Seperti yang kita ketahui, alat produksi oksigen itu adalah tumbuhan.

Muncul pertanyaan baru nih, apakah di tumbuhan bisa hidup di bulan? dari CNNINDONESIA, memang tumbuhan sempat hidup di bulan, akan tetapi tetap mati.

Hal ini pun disebabkan oleh faktor air yang kurang mendukung.

Jenis tanaman yang ditanam adalah bibis kapas, bibit tersebut berhasil melalui suhu ekstrem hingga mengeluarkan tunas. Namun karena tidak bisa menahan suhu dingin bulan ketika malam hari, tumbuhan ini pun membusuk.

Meskipun banyak faktor-faktor yang tidak mendukung mengenai kehidupan di bulan,

masih banyak para ilmuan yang berpendapat bahwa bulan akan menjadi batu loncatan kehidupan manusia selanjutnya.

Peneliti dari Washington State University dan Univeristy of London mengungkap bahwasahnya bulan sempat menjadi tempat hunian bagi makhluk hidup jutaan tahun yang lalu

bulan sempat menjadi tempat hunian bagi makhluk hidup jutaan tahun yang lalu.

“Sangat memungkinkan bahwa pada periode ini bulan layak dihuni,” kata Dirk Schulze-Makuch dari Washington State University seperti dikutip dari New Atlas.

Kalau menurut mu gimana? Apakah Bulan berkemungkinan menjadi tempat hunian manusia? dan Mengapa Tidak Ada Kehidupan di Bulan? Tulis Argumen mu di kolom komentar.