Search
Hubungan Antara Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kebebasan

Hubungan Antara Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kebebasan

Apa hubungan antara Hak asasi manusia dan Kebebasan? Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut mari kita cari tahu terlebih dahulu pengertian dari HAM dan Kebebasan itu sendiri.

di lansir dari wikipedia…

Hak Asasi Manusia adalah prinsip-prinsip moral atau norma-norma, yang menggambarkan standar tertentu dari perilaku manusia, dan dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota dan internasional.

Sedangkan

Kebebasan secara umum dimasukan dalam konsep dari filosofi politik dan mengenali kondisi di mana individu memiliki kemampuan untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.

John Locke, seroang filsuf dari inggris yang merumuskan pengertian HAM melalui tulisannya yang berjudul Two Treatises of Government.

Dalam tulisan tersebut John Locke menyampaikan bahwa Hak Asasi Manusia adalah adalah hak yang dibawa manusia sejak lahir dan secara kodrati melekat karenanya tak bisa diganggu gugat sebab sifatnya mutlak.

Artinya tiap-tiap dari kita memiliki Hak Asasi Manusia sejak kita lahir dan tidak bisa diganggu gugat.

Jika Hak Asasi Manusia tidak bisa diganggu gugat dan itu adalah pemberian dari tuhan maka tiap-tiap manusia memiliki hak untuk merasakan kebebasan secara penuh.

Ya, kebebasan dapat diraih karena manusia memiliki HAM.

Dan batin saya pun bergumam…

Jika benar Hak Asasi Manusia memberikan Kebebasan, maka selama itu juga Hak Asasi Manusia tidak pernah ada. Click To Tweet

“Loh gimana nih, tadi katanya dengan HAM manusia bisa meraih kebebasan…”

Ett sabar dulu..

Di sini lah Hukum mulai memainkan skenarionya.

Dengan hukum Kebebasan yang didapat dari Hak Asasi Manusia mulai dibatasi. Di Indonesia sendiri pembahasan mengenai Hak Asasi Manusia termaktub dalam pasal 28-34.

…”Waduh bukankah kata John Locke Hak Asasi Manusia itu bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Artinya Hukum tidak bisa mengatur Hak Asasi Manusia seseorang…”

dilansir dari Lawmaterial.wordpress.com

Asal mula terjadinya hukum sangat berhubungan denga Manusia, Masyarakat, dan hukum itu sendiri.

Manusia terlahir sebagi makhluk pribadi sekaligus menjadi makhluk sosial atau yang biasa disebut dengan zoon politicon

disebut zoon politicon karena manusia cenderung mempunyai keinginan untuk selalu hidup bersama, bisa disebut dengan  appetitus sociates

Menurut ARISTOTELES (384-322)

zoon politicon ialah makhluk yang bermasyarakat, yang mempunyai arti bahwa Manusia pada dasarnya mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu sandang, papan, pangan, dan memiliki etika serta rasa sosial yang tinggi. selain itu Manusia juga dilahirkan sebagai individu yang mempunyai kehidupan menyendiri.

Manusia-manusia ini bergabung menjadi satu, berusaha untuk tetap menjaga dan mewujudkan kesejahteraan hidup bersama. untuk menjaga dan mewujudkan tujuan bersama, maka dibentuklah suatu peraturan untuk mengatasi konflik yang terjadi dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

[manusia → lahir mati → hidup dan bergaul bersama-sama dengan manusia lain → saling membutuhkan →masyarakat]

manusia → masyarakat → aturan → tujuan bersama

Dan saya pun berpendapat…

“Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang paling ironis adalah memberikan kebebasan secara menyeluruh kepada Hak Asasi Manusia itu sendiri. Karena kebebasan yang sesungguhnya hanya mampu diraih oleh mereka yang membenci kebebasan itu sendiri.”

Jadi, Hubungan antara Hak Asasi Manusia dan Kebebasan hanya mampu dilihat dari seberapa mampu individu tersebut dalam menciptakan kebebasan mereka masing-masing.

Total
0
Shares
Join the discussion

9 + 19 =

2 comments

Please note

This is a widgetized sidebar area and you can place any widget here, as you would with the classic WordPress sidebar.