Seni Mencari Hikmah dalam Sebuah Masalah

Bagaimana cara mencari hikmah dalam sebuah masalah? pertanyaan tersebut muncul seolah manusia di buat bingung sendiri dengan masalah yang mendatanginya.

Tidak bisa dipungkiri, terkadang memang masalah datang secara tidak masuk akal.

Yang awalnya kita hidup anteng-anteng saja, tiba-tiba hadir sebuah masalah mengoyak semua keindahan tersebut.

Lantas mengapa Tuhan memberikan masalah kepada hambanya?

Hasil gambar untuk q.s muhammad ayat 31


Walanabluwannakum hatta na’lamal mujaahidiina minkum wash-shaabiriina wanabluwa akhbaarakum;

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu“. (QS. Muhamad: 31).

Dulu, almarhum guru ngaji ku berkata, memang sih perkataan tersebut tidak terkhusus untuk ku, tapi aku mendengarkannya secara serius.

Sebenarnya itu adalah sebuah forum, di forum tersebut ada papa ku, kakek ku, dan beberapa tetangga.

Pada saat itu aku sendiri yang masih di bawah umur, bahkan mungkin aku belum pubertas. Dengan tubuhku yang kecil, aku menyempatkan duduk disela-sela para orang tua sambil berlagak mengelus jenggot. Biar adaptasi ku berjalan.

Telinga kiri dan telinga kananku berlomba-lomba untuk mendengarkan nada tua guru ku itu.

Dengan mata yang setengah tertutup, serta nafas yang mulai mengayun guruku menyampaikan bahwasahnya penggolongan masalah itu terbagi menjadi tiga.

Yaitu : Cobaan, Teguran, dan Azab

Cobaan atau Ujian adalah sebuah masalah yang diberikan tuhan kepada hambahnya untuk melihat apakah orang tersebut mampu melewatinya dengan tetap menghadapi masalah tersebut secara sabar dan berserah diri kepada allah.

Jika orang yang diberikan cobaan tersebut berhasil melewati masalah tersebut, maka ia akan di pilih Allah sebagai golongan yang sabar dan ikhlas.

Lantas apa itu teguran atau musibah?

Sederhananya, teguran atau musibah adalah masalah yang datang karena ulah tangan kita sendiri. Masalah tersebut di datangkan untuk menegur orang tersebut atas dosa yang telah di buat.

Allah berfirman yang artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)“. (QS. Asy-Syura: 30)

Kemudian yang terakhir yaitu Azab.

Banyak orang yang menyamakan dan mensalahnamakan antara azab dan musibah. Pada dasarnya perbedaan antara musibah dan azab adalah pada si penerima itu sendiri.

Jika masalah tersebut adalah perorangan atau masalah individu, bisa dibilang itu adalah musibah.

Sebaliknya, jika masalah tersebut dirasakan oleh banyak orang maka masalah tersebut bisa kita sebut sebagai Azab. Contohnya adalah bencana alam.

Saya pribadi lebih suka menganggap masalah yang datang kepada saya adalah sebuah teguran/musibah.

Karena sebuah cobaan terlalu terhormat bagi seorang pendosa seperti saya.

Apa pun itu, tiada manusia yang hidup tanpa sebuah masalah. Tinggal bagaimana cara kita menyikapi masalah tersebut.

Berita mengenai Kasus bunuh diri tidak jarang kita dapati, hal ini tentu memiliki alasan. Dan “masalah” dijadikan sebagai bahan perbincangan untuk dipilih sebagai alasan.

Apakah itu salah?

Jika saya yang memandangnya, tentu tidak. Karena dia memiliki hak untuk melakukan itu.

Beda halnya dari tuhan yang maha esa. Tentunya tuhan begitu kecewa dengan tindakan itu.

Tuhan memberikan masalah bukan semata-mata untuk melihat hambahnya kesusahan atau sekedar menghukum mereka atas dosa yang telah diperbuat.

Melainkan…

Masalah adalah bukti nyata bahwa tuhan ingin berinteraksi dengan hambahnya. Click To Tweet

Singkat cerita, tuhan tahu bahwa hambahnya mampu menghadapi masalah tersebut.

“Tapi masalahku begitu rumit, dan begitu sulit. Padahal aku rajin beribadah kepadanya. Sementara itu mereka yang selama ini kulihat asik bermaksiat malah terus berdatangan rezeki. Apakah ini tanda bahwa tuhan tidak adil.”

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (al-Baqarah 286)

Nah sekarang tibalah kita pada poin penting dalam artikel ini.

Bagaimana cara mencari hikmah dalam sebuah masalah?

Langkah pertama yang selayaknya kita lakukan ketika mendapati sebuah masalah adalah dengan mengucap syukur.

Saya paham, bahwa ini terdengar munafik.

Tapi sesuai dengan prinsip awal tadi, masalah adalah sebuah bukti nyata bahwa tuhan ingin berinteraksi dengan hambahnya.

Artinya, ketika kita mendapatkan sebuah masalah, tuhan sedang memperhatikan kita. Tuhan ingin berinteraksi dengan kita, tuhan ingin kita banyak beristighfar dan bertasbih kepadanya.

Kalau begitu, pengucapan syukur ketika mendapatkan masalah tidak salah dong?

Setelah mengucap syukur, langkah kedua adalah mengidentifikasi masalah tersebut. Apakah sebuah cobaan, teguran, atau bahkan azab?

Seperti yang saya katakan di atas tadi, saya pribadi akan menganggap setiap masalah yang datang kepada saya adalah sebuah teguran.

Kemudian, ingatlah dosa apa yang sebelumnya kita lakukan.

Lalu, pikirkan apa yang akan terjadi jika kita tidak mendapatkan masalah tersebut. Sebagai contoh : Kehilangan uang

Jika pada Suatu hari Kita memiliki uang sebesar Rp 400.000 kemudian kita berjalan, dan ketika kita berhenti untuk beristirahat ternyata uang jono hilang Rp 300.000

Nah di awal saya mengajak untuk mengucap syukur terlebih dahulu, dan kita pikirkan apa yang akan terjadi jika uang itu tidak hilang.

Mungkin kita akan membelanjakan uang tersebut dengan makanan haram, atau membeli benda yang banyak mendatangkan mudhorat, atau bisa juga akan membuat kita menjadi lebih sombong karena memiliki banyak uang.

Dan jika kita sudah mencapai hingga ketahap membayangkan jika kita tidak mengalami masalah tersebut, Hikmah dari sebuah masalah yang sedang kita alami akan datang dengan sendiri.

Oh ternyata tuhan begitu sayang dengan saya, ia membuat uangku hilang bisa jadi uang tersebut ada bagian haramnya, atau ia ingin saya tidak sombong karena memiliki banyak uang.

Tuhan juga begitu sayang kepada saya, ia ingin saya lebih berhati-hati dan tidak ceroboh lagi dalam menaruh uang.

Dan yang pasti, tuhan ingin saya banyak-banyak berinteraksi dengannya. Tuhan juga ingin melihat, apakah ikhlas dan sabar dalam menghadapi masalah ini.

Nah itulah cara saya dalam mencari hikmah di sebuah masalah…

Apakah kamu memiliki caramu sendiri? mari bagikan cara kamu mencari hikmah dalam sebuah masalah di kolom komentar.

Baca juga :

3 pemikiran pada “Seni Mencari Hikmah dalam Sebuah Masalah”

Tinggalkan komentar