Elwood Browsn, Presiden Asosiasi Atlet Amatir Filipina dan Karnaval Manila, mengusulkan pembuatan olimpiade Timur Jauh Ke Cina dan Jepang.

Hal ini pun ditanggapi oleh Presiden Federasi Atlet Amatir Filipina dimana pada saat itu Gubernur Jenderal William Comeron Forbes yang memegang kekuasaan tersebut.

Sebagai bukti dari penindak lanjutan gagasan tersebut Pada 4 Februari 1913 telah diadakan acara pertama di lapangan Karnaval Manila.

Dan acara tersebut dikenal dengan “Olimpiade Oriental Pertama.”


Dukung Asian Games
Ilustrasi Olimpiade Oriental Pertama pada tahun 1913 | Source : oregonlive.com

6 NEGARA YANG BERPATISIPASI

Kepulauan Filipina
Republik Tiongkok
Jepang
Thailand
Hongkong
Malasyia

Berjalan menuju tahun 1915, atau acara kedua sebagai ajang kekeluargaan yang diselenggarakan di Hongkou Park Shanghai, Cina.

Nama acara tersebut kemudian diganti menjadi Far Eastern Games

Permainan tersebut di adakan setiap 2 tahun sekali.

Akan tetapi pada tahun 1929 yang mana seharusnya menjadi acara Far Eastern Games yang ke-9, ditunda oleh Jepang dan diganti menjadi tahun 1930.

Belum ada alasan pasti mengapa Jepang menunda acara tersebut. Akan tetapi, mari kita coba kembali melirik sejarah yang terjadi pada tahun 1929.

Pada tahun 1929, Telah terjadi Depresi besar Dunia atau lebih dikenal dengan sebutan Zaman Malaise.

Dukung Asian Games

Zaman Malaise adalah sebuah peristiwa menurunnya tingkat ekonomi secara dramatis di seluruh dunia yang mulai terjadi pada tahun 1929.

Volume perdagangan Internasional berkurang drastis, begitu pula dengan pendapatan perseorangan, pendapatan pajak, harga, dan keuntungan.

Kota-kota besar di seluruh dunia terpukul, terutama kota yang pendapatannya bergantung pada industri seperti Jepang.

Dan saya pikir, ini pun menjadi salah satu alasan mengapa Jepang memutuskan untuk menunda proyek tersebut.

Karena faktor Ekonomi.

Ekonomi yang sedang tidak baik tentunya berpengaruh besar terhadap kualitas Sumber Daya Manusia yang terdapat di dalamnya.

Mengapa? Ekonomi merupakan akar dari aspek kehidupan.

Hilangnya ekonomi yang baik tentunya menyebabkan tata kehidupan juga ikut memburuk.

Mulai dari kebutuhan papan, sandang, dan pangan.


Pada tahun 1930, acara tersebut kembali diadakan dengan Jepang sebagai tuan rumahnya. Berlanjut pada tahun 1934, Kepulauan Filipina kembali menjadi tuan rumah. Dan ditahun itu juga, Hindia Belanda atau negara kita tercinta Indonesia bergabung dalam FEGC.

Pada edisi Far Eastern Games Championship yang ke-10 telah terjadi sebuah insiden besar yaitu perselisihan antara China dan Jepang setelah invasi Jepang ke Manchuri pada tahun 1931.

Perselisihan ini pun menjadi alasan pecahnya Asosiasi Atletik Timur Jauh.

Apakah dengan pecahnya Asosiasi tersebut mengakhiri semua permasalahan yang ada?

Keadaan semakin rumit, Kondisi semakin pahit. Pada bulan September 1937, Jepang menyerbu cina dengan Insiden Jembatan Marco Polo dan memulai Perang Tiongkok-Jepang dan menjadi bagian dari Perang Dunia II

 

Langkah Menuju Perbaikan – Awal Mula menuju Roma

Setelah terjadi Perang Dunia II dan segala macam tetek bengek yang ada di dalamnya, sejumlah negara Asia menjadi merdeka.

Tidak sedikit dari negara-negara yang baru merdeka menginginkan pembentukan suatu jenis kompetisi baru di mana dominasi Asia tidak diekspresikan melalui kekerasan, tetapi diperkuat melalui saling pengertian dan menjunjung tinggi rasa persatuan

Bermula dari Olimpiade Musim Panas tahun 1948 di London…

terjadi sebuah percakapan antara olahragawan dari Tiongkok dan Filipina. Percapakapan tersebut membuahkan hasil untuk memulihkan pertandingan Timur Jauh.

Dukung Asian Games
Ilustrasi Percakapan Olahragawan Tiongkok dan Filipina | source : pinterest.us

Akan tetapi, Guru Dutt Sondhi, perwakilan komite Olimpiade Internasional India, tidak percaya bahwa pemulihan Pertandingan Timur Jauh akan cukup menampilkan semangat persatuan dan tingkat pencapaian yang terjadi dalam olahraga Asia.

Meskipun memberikan ketidakpercayaan mengenai pemulihan tersebut bukan berarti Guru Dutt Sondhi menolak sepenuhnya kalau ada acara-acara seperti itu lagi.

Ia mengusulkkan kepada para pemimpin olahraga untuk memiliki kompetisi yang sepenuhnya baru.

Dan langkah awal Asian Games dimulai.

Pada 13 Februari 1949, Federasi Atlet Asia diresmikan di New Delhi, bersamaan dengan itu telah diumumkan New Delhi sebagai kota tuan rumah pertama Asian Games pada tahun 1951.

“Permata tak akan bisa diasah tanpa gesekan, begitu pula manusia, tak ada yang sempurna tanpa cobaan.” Konfusius, 551 SM-479 SM Click To Tweet

Dan itu juga yang terjadi pada perjalanan Asian Games. Tahun 1962, menjadi kegiatan Asian Games yang ke-4 dan bertuan rumahkan Indonesia.

Pada saat itu perselisihan kembali terjadi.

Diikutsertakan Taiwan dan Israel ternyata menjadi hal yang dipeributkan. Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games menentang atas keikutsertaan Taiwan dan Israel.

Dilansir dari laman Goodnewsfromindonesia.id yang menyebabkan Indonesia tidak mengundang kedua negara tersebut adalah untuk menghormati negara-negara Arab dan Republik Rakyat Tiongkok yang sedang memiliki hubungan diplomasi tidak baik dengan negara tersebut.

Ternyata perjalanan Asian Games untuk menuju roma tidak sampai disitu saja.

Berlanjut di tahun 1970, Korea Selatan yang pada saat itu dipimpin oleh Park Chung Hee membatalkan rencananya untuk menjadi tuan rumah Asian Games.

Alasan terkuatnya, Korea Selatan mendapatkan ancaman keamanan dari Korea Utara, dan solusinya pada saat itu adalah penyelenggaraan Asian Games dipindahkan ke Bangkok, Thailand.

Meskipun begitu, pendanaan kegiatan tersebut tetap dipertanggungjawabkan oleh Korea Selatan.

Berlanjut pada tahun 1973. Setelah Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya mengakui keberadaan Republik Rakyat Tiongkok. Dan lagi-lagi, negara-negara Arab menentang kembali keterlibatan Israel.

Belum berakhir, pada tahun 1977 Pakistan membatalkan rencananya sebagai tuan rumah Asian Games.

Mengapa?

Karena pada saat itu sedang terjadi konflik antara Bangladesh dan Pakistan. Dan solusinya lagi-lagi adalah Thailand menawarkan bantuan dan Asian Games diadakan di Bangkok.

TITIK TERANG MENUJU PERBAIKAN

Setelah melewati beberapa fase kegelapan, titik terang dengan sepercik harapan untuk mewujudkan Asian Games menjadi lebih baik mulai terbuka.

Dimulai dari merevisi konstitusi Federasi Asian Games.

Hingga pembentukan asosiasi baru yang bernama Olympic Council of Asia yang dibentuk pada November 1981..Pada Asian Games 1986 dengan tuan rumah di Korea Selatan Taiwan kembali diikutsertakan. Click To Tweet

Sejarah demi sejarah telah diukir, peristiwa demi peristiwa telah mengalir, dan ribuan otak terus berpikir.

Ada fakta menarik dari setiap perjalanan Asian Games.

Jepang dan China menjadi dua negara raksasa yang pernah merasakan nikmatnya menjadi pemegang juara umum dari setiap Asian Games.

Terhitung Jepang telah mengangkat piala juara umum sebanyak 8 kali dan untuk China sendiri telah mengangkat piala juara umum sebanyak 9 kali.

Lalu, siapakah yang akan menjadi juara umum di Asian Games 2018 yang akan diadakan di Jakarta-Palembang. 

Apakah Indonesia? Atau kembali diperebutkan oleh dua negara raksasa China dan Jepang?

Dukung Asian Games

Berbicara mengenai Indonesia, mari kita kembali melirik sejarah.

Indonesia sudah pernah menjadi tuan rumah Asian Games di tahun 1962.

Dimana pada saat itu, Bumi Pertiwi dipimpin langsung oleh Presiden Soekarno dengan wakilnya Mohammad Hatta.

Meskipun tidak mendapatkan Juara Umum, akan tetapi penampilan Indonesia cukup membanggakan dan banyak membuat wajah ikut tersenyum

Dengan perolehan 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu berhasil membuat Indonesia berada diurutan kedua setelah Jepang.

Dukung Asian Games
Hasil Akhir Asian Games 1962 | Souce : Goodnewsfromindonesia.id

Walau belum bisa mengangkat Juara Umum, saya pribadi merasa bangga dengan apa yang telah berhasil diraih oleh pejuang kita dahulu. 

Terlepas dari telah suksesnya menjadi tuan rumah, Indonesia juga mempersembahkan hadiah besar untuk masyarakatnya.

Dan akankah sejarah tersebut terulang kembali di 2018 ini?

Mempersembahkan….

Jakarta-Palembang. 

Akan menghadapi cobaan dan tantangan yang begitu besar. 

Ribuan Atlet dengan kemampuan yang sangat elit akan bertarung dan memperjuangkan kehormatan  negaranya.

Semua menginginkan kemenangan, tapi tak ada salahnya menerima kekalahan.

Anggap saja sebagai program latihan, siapa tahu kedepannya mampu meraih kemenangan.

Dukung Asian Games
  • Negara Benua Asia Yang Paling Aman
  • Mundurnya Vietnam Sebagai Tuan Rumah Asian Games
  • Memiliki Ekonomi yang stabil
  • Memiliki Arena Olahraga Standar Internasional
  • Memiliki Antusias Penonton yang tinggi

SUDAH BERAPA SIAPKAH INDONESIA UNTUK ASIAN GAMES 2018?

PERKIRAAN KESIAPAN INDONESIA UNTUK ASIAN GAMES 2018

0 %
KEAMANAN
0 %
PENDANAAN
0 %
BANGUNAN
0 %
SARANA DAN PRASARANA
0 %
KESEHATAN
0 %
VENUE

Artinya, secara keseluruhan persiapan untuk Asian Games 2018 sudah hampir rampung. 

Akan tetapi, meskipun begitu bukan berarti kita memiliki alasan untuk bermalas-malasan. 

Ada satu tantangan yang menurut saya pribadi cukup menjadi hal yang patut dianggap serius oleh pemerintah.

Apa itu?

Musim Panas yang mulai mengganas.

Kalau dari jadwalnya sih, musim kemarau memang terjadi dari bulan April-Oktober. Sedangkan untuk acara asian games sendiri dari tanggal 18 Agustus – 2 September 2018.

Memangnya apa sih yang harus diperhatikan?

Bukan hanyak sekedar soal cadangan persedian airnya saja, akan tetapi lebih dari itu. 

Indonesia harus memperhatikan dan melakukan modifikasi cuaca.

Hal ini saya pikir merupakan cara yang bijak untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. 

Mengingat beberapa tahun belakang setiap daerah di Indonesia rawan kebakaran akibat musim kemarau. 

 

4
Ilustrasi kebakaran akibat musim kemarau | Source : CNN

Dan ini harus dijadikan sebagai tolak ukur dan pedang pelajaran agar kedepannya Indonesia bisa mengantisipasi dan meminimalisir jumlah kebakaran..

Bayangkan, jika sedang berlangsung pertandingan Asian Games, tiba-tiba ada kebakaran…..

Hiruk pikuk akan saling tersantuk. Kacau sana-kacau sini.

Dan yang pasti Mata Dunia mulai menghitam untuk kembali memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games kedepannya.

Nah untuk itulah, terlepas dari melakukan modifikasi cuaca yang berupa penaburan garam untuk membuat hujan buatan, Pemerintah juga harus menghimbau masyarakatnya agar tidak melakukan pembakaran secara liar.

Ilustrasi Pemadaman Kebakaran | Source : CNN

untuk daerah saya sendiri yang bertempat tinggal di Ogan Ilir, Sumatera Selatan telah membuat hujan buatan. 

Saya juga mengajak untuk teman-teman yang membaca tulisanku ini, mari kita Dukung Bersama Asian Games 2018 dan jaga lingkungan kita agar aman dari kebakaran.

DUKUNG BERSAMA ASIAN GAMES 2018

Dukung, 6 Huruf yang menjadi satu kesatuan dan melambangkan keikhlasan.

Bukan soal seberapa banyak material yang kita sumbangkan, atau seberapa kuat tenaga yang telah kita kerahkan.

Tapi ini soal keikhlasan dan ketulusan. 

Karena pada dasarnya, setiap individu memiliki caranya masing-masing dalam mendukung. 

Saya, Tri Bintang Utama. Dengan segenap tubuh saya yang tidak sempurna, dan uang yang tidak melimpah. Siap menjadi bagian dari Masyarakat Indonesia yang mendukung suksesnya Asian Games 2018.

Begitu juga dengan segenap keluarga, sanak saudara, teman sebaya hingga calon mertua. Dari Ogan Ilir, Sumatera selatan. Siap memberikan dukungan terbesar untuk Indonesia tercinta.

Setidaknya, Doa kami selalu tercurah.

Bukan mau jadi sok jago, atau biar dibilang maco.

Coba pikirkan, jika bukan kita siapa lagi yang akan mensukseskan Asian Games 2018 ini.

Teman, coba kita membuka pandangan dan tarik nafas dalam-dalam.

Indonesia bukan hanya sekedar nama negara, tapi sebuah kesatuan yang harus kita jaga. Karena Indonesia adalah Kita.

Asian Games 2018 sudah di depan mata, sedangkan kamu cuma mau duduk dan berdiam saja?

Malu dong sama bulu ketiaknya, heheh.

…”Aduh bang, aku gak bisa dukung kalau gak nonton langsung”..

“Ya kalau gitu, nonton dong…”

…”Tapi aku gak punya tiket dan gak tau gimana serta dimana mau membelinya”…

Easy,easy, yessss….

Permasalahan dengan solusi yang telah aku ciptakan.

Situs resmi Asian Games 2018 yang beralamatkan asiangames2018.id telah menjual tiketnya. Hebatnya gini, kamu bisa membeli tiket perlombaan mana yang mau kamu tonton. 

Dengan begitu kita bisa membelinya mulai dari sekarang, dan gak takut kehabisan.

CARA MEMBELI TIKET ASIAN GAMES 2018 (LEGAL)