Search
Berinvestasi Dunia Akhirat dengan Berwakaf

Berinvestasi Dunia Akhirat dengan Berwakaf

Sebagai umat islam kita meyakini bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh tuhan. Ketika Nabi Adam AS dan Siti Hawa diturunkan ke bumi, Allah memberikan pesan.

Imam Ar-Razi dalam tafsirnya mengutip pendapat Imam Hasan yang menjelaskan bahwa Nabi Adam saat diturunkan ke bumi ini diberikan empat pesan

Pertama, kewajiban yang berkaitan dengan Allah yaitu untuk selalu menyembahnya dengan mengesakan-Nya serta tak menyekutukan dengan makhluk-Nya.

Kedua, keistimewaan bagi dirinya dan keturunannya yaitu bila mereka beramal kebaikan, maka kelak Allah akan membalas pahala kebaikannya.

Ketiga, Allah memerintahkan agar hambanya berdoa atau meminta kepada-Nya, maka Ia akan mengabulkan permintaannya.

Keempat, manusia dianjurkan agar berbuat baik kepada orang lain terutama dengan akhlak yang baik sehingga terjalin hubungan yang baik.

Dari keempat pesan tersebut, bisa kita ambil kesimpulan bahwa sejatinya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Selama manusia hidup di dunia, maka selama itu juga manusia seharusnya terus berupaya untuk mengumpulkan amal kebaikan guna bekal di akhirat nanti.

Muncul lah sebuah pertanyaan, apakah manusia hanya bisa beribadah kepada Allah hanya ketika mereka hidup di dunia? lantas bagaimana dengan manusia yang telah meninggal dunia? atau singkatnya, bagaimana jika nanti kita meninggal dunia, apakah kita masih bisa beribadah kepada Allah SWT?

Semua perbuatan, usaha dan pencapaian yang diraih seseorang tidak akan dibawa mati. Ketika ia meninggal semua itu tidak akan bermanfaat baginya kecuali tiga hal. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadis

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، وعلم ينتفع به، وولد صالح يدعو له. رواه مسلم

Artinya; jika anak cucu adam mati maka semua amal perbuatannya terputus kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan orangtunya. (HR. Muslim).

Dari hadis tersebut dapat kita pahami bersama-sama bahwasahnya kita bisa terus mendapatkan hitungan amal kebaikan apabila selama kita hidup di dunia, kita melakukan setidaknya salah satu dari ketiga amalan tersebut.

Di antara amalan-amalan jariyah, ada satu amalan jariyah yang begitu menarik dan di sukai oleh Allah SWT

Amal Ibadah tersebut adalah Waqaf

wakaf

Istilah Wakaf berasal dari kata ‘Waqafa’ yang artinya berhenti atau menahan.

Wakaf adalah amalan jariyah yang menyedekahkan harta milik kita guna kepentingan ummat. Wakaf pada hakikatnya adalah menyerahkan kepemilikan harta manusia menjadi milik Allah atas nama ummat.

Dengan begitu, harta yang diwakafkan tidak boleh berkurang nilainya, tidak boleh dijual apa lagi diwariskan.

Pengertian Wakaf Menurut Para ahli

wakaf
wakaf

Meski sama-sama bersifat memberikan sebagian harta, wakaf berbeda dengan zakat, infaq, dan sedekah.

Zakat memiliki jumlah tertentu, jumlah tersebut ditetapkan dengan harta yang dimiliki, semisal untuk satu orangnya ditetapkan zakat sebesar 2,5 Kg beras atau Rp 30.000 jika mau membayar dengan uang.

Nantinya zakat tersebut akan diberikan kepada orang-orang yang wajib menerimanya.

Sementara itu, untuk infak dan sedekah kita bisa melakukannya kapan saja. Membantu yang layak untuk dibantu, semisal berinfak untuk masjid, bersedekah untuk orang-orang yang tidak mampu, dan lain sebagiannya.

Yang paling jelas perbedaan wakaf dengan zakat,infaq, dan sedekah adalah penggunaannya. Dalam melakukan wakaf entah itu berupa uang maupun tanah, selalu digunakan untuk pembangunan sosial yang bisa digunakan bersama-sama.

Harta yang diwakafkan juga tidak bisa dibagi dan diambil alih, oleh sebab itulah amal ibadah wakaf bersifat abadi selama harta yang diwakafkan terus dipergunakan.

wakaf

Syekh Dr. Musthafa al-Khin menerangkan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ala Madzhab al-Imam al-Syafi’i juz 5, hal. 12, bahwa terdapat lima keistimewaan dari wakaf, adapun keistimewaan tersebut sebagai berikut

1. Mendekatkan Diri Kepada Allah

Setiap mukmin tentu mendambakan kedekatan dengan Gusti Allah SWT. Dan Islam memberikan banyak pintu untuk membuat umatnya dekat kepada Allah. Salah satu amal ibadah yang bisa mendekatkan kita kepada Allah adalah Wakaf.

Hal ini bisa kita lihat seperti yang tertera pada quran surat Ali Imran ayat 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai dan apa saja yang kalian nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (Ali Imran 92).

Dari ayat tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwasahnya seorang muslim yang sudah mewakafkan hartanya telah membuka ruang selebar-lebarnya untuk mendekati tuhannya.

2. Memastikan Komitmen Penghambaan Seorang Muslim

Dari quran surat Adz Dzariyaat ayat 56 menerangkan, manusia dan jin tidak diciptakan kecuali untuk beribadah dan menghamba kepada Allah SWT.

Menghamba berarti siap untuk senantiasa menjalankan apa pun yang diperintahkan tuhan. Allah menguji kualitas penghambaan manusia salah satunya dengan perintah untuk berwakaf.

Hal ini tertera pada quran surat Ali Imran ayat 92, yaitu

Tidaklah mereka mendapat kebaikan sampai rela mendermakan sebagian harta yang mereka sukai (QS Ali Imran: 92)

3. Menekankan Pentingnya Investasi Pahala

Pada tahun 2009, Satoshi Nakamoto berhasil membuat cryptocurrency yang bernama Bitcoin. Bitcoin merupakan salah satu alt coin yang cepat perkembangannya dan memiliki harga yang mahal.

Banyak trading dan investor di seluruh dunia menganggap bahwa, berinvestasi dengan bitcoin jauh lebih menguntungkan dari pada berinvestasi dengan emas.

Muncul lah sebuah pertanyaan, apakah ada investasi yang lebih menguntungkan dari pada bitcoin?

Jawabannya adalah Wakaf.

Berinvestasi dengan wakaf, artinya kita telah berinvestasi dunia dan akhirat.

Dalam Q.S Al-Baqarah (2): 261 dijelaskan jika selama benda yang diwakafkan masih dimanfaatkan atau memberikan manfaat bagi orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir.

Biarpun pewakafnya telah meninggal dunia, pahalanya tidak akan berhenti. Wakaf juga bisa disebut ‘harta’ yang bisa dibawa mati.

Berbeda dengan amalan-amalan seperti shalat, zakat, puasa, Haji dan lain sebagiannya yang pahalanya akan terputus ketika kita meninggal dunia. Keterangan ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW.

“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya, kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakannya. [HR. muslim, Imam Abu Dawud, dan Nasa’iy]

Terlepas dari berinvestasi pahala, Wakaf juga akan membuat rezeki kita menjadi lancar. Rezeki kita akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah (2): 261)

4. Memajukan Peradaban Umat Islam

Harta yang telah diwakafkan entah itu berupa tanah, uang maupun hal lainnya bila bisa di kelola dan dimanfaatkan dengan baik maka tentunya akan memberi dampak positif untuk umat islam lainnya.

Kita ambil contoh tanah yang diwakafkan. Nantinya tanah tersebut digunakan untuk membangun masjid, sekolah, rumah sakit, dan lain sebagiannya.

Nah, tanah yang telah kita wakafkan tersebut akan banyak menyebar kebaikan dan bermanfaat untuk banyak orang. Serta akan membantu pembangunan bagi peradaban umat islam

5. Mensejahterakan Kaum Dhuafa

Dilansir dari bps.go.id jumlah penduduk miskin di Indonesia pada maret 2019 sebesar 9,14% atau 25,14 juta orang. Tentu angka ini begitu memprihatinkan.

Salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan adalah wakaf.

Karena harta yang diwakafkan dapat dikelola untuk kepentingan bersama.

Membuat orang merasa tertolong dan bahagia bukankah salah satu hal yang menyenangkan?

wakaf

Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia sejak 27 Juli 2016

Seperti yang tertera pada gambar di atas, beliau beranggapan bahwasahnya apabila wakaf bisa dikembangkan dengan baik, maka dapat mendorong pemberdayaan umat, dan dapat membantu memecahkan masalah sosial ekonomi pembangunan.

Dan hal itu memang benar.

wakaf
wakaf

Pada poin keempat dan kelima bisa kita pahami bersama-sama bahwasahnya wakaf dapat membantu pembangunan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memberantas kemiskinan di Indonesia.

Artinya wakaf pun bisa membantu serta memperlancar untuk mewujudkan mimpi Indonesia emas pada tahun 2045.

Buat saudara-saudara yang memiliki kecukupan harta, marilah kita dermakan sebagian harta kita dengan berwakaf.

Dari sekian banyak manfaat berwakaf, apakah masih ada keraguan untuk melaksanakan wakaf?

Maka sungguh, keraguan itulah yang seharusnya kita ragukan.

wakaf

Saat ini website Bima Islam milik Kementrian Agama Republik Indonesia telah menyediakan panduan untuk berwakaf. Entah itu wakaf tanah maupun wakaf uang

Yuk baca panduannya sekarang dengan tombol di bawah ini

Kesimpulan

Kita sama-sama memahami bahwasahnya harta tidak bersifat abadi, ketika kita meninggal dunia maka semua harta benda dan kekayaan yang kita punya tidak akan ikut membersamai kita di alam kubur nanti.

Semua harta kekayaan itu tidak akan menjadi sia-sia apabila selama kita hidup di dunia mampu kita manfaatkan dengan baik. Contohnya dengan berwakaf.

Wakaf merupakan investasi dunia akhirat, yang mana pahalanya akan terus mengalir sekalipun kita telah meninggal dunia.

Terlepas dari itu, dalam quran surat Al-Baqarah ayat 261 Allah telah berfirman bahwasahnya Allah akan melipat gandakan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah.

Kita juga tidak tahu apakah Gusti Allah akan terus memberikan kita rezeki. Oleh sebab itulah, selagi kita memiliki rezeki dan kecukupan harta mari kita berwakaf, menyebar kebaikan dan memberikan manfaat kebanyak orang.

Oleh sebab itulah, mari kita berinvestasi untuk dunia dan akhirat dengan berwakaf!

*****

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog yang diselenggarakan oleh Literasizakatwakaf.com

Total
0
Shares
Written by
Tri Bintang Utama
Join the discussion

three × 4 =

Terima Kasih.

Founder of Islamiah.id

Founder of Bingungonline.com

Sedang menggarap naskah yang berkisahkan pembunuh berantai.

Besok, kita cerita lagi.