Amalan Sederhana -, Sebagai umat muslim, mengerjakan shalat merupakan sebuah kewajiban yang tidak dapat dihindari. Tidak sedikit  dari umat muslim yang mengeluh karena tetap mendapatkan kesusahan meski sudah melaksanakan perintahnya.

…”Percayalah kawan, Tuhan kita tahu, rencana apa yang sedang ia lakukan”

Saya juga mengalaminya. Mengalami kesusahan dan cobaan yang terasa begitu berat.

Bahkan untuk tulisan ini sangat banyak cobaannya.

Karena sejatinya kita dilahirkan untuk berusaha.

Berusaha menangis, berusaha merangkak, berusaha berjalan, berusaha terluka, berusaha berdarah, kemudian menangis lagi, hingga suatu saat kita akan menikmati tinta pena yang pernah menjadi bagian dari usaha kita.

Islam melarang kita untuk memiliki penyakit hati Iri Dengki.

Akan tetapi saya tetap memilikinya.

Saya iri kepada mereka yang terus berusaha walau terkadang satu juta debu sudah memasuki mata mereka.

Saya iri kepada mereka yang terus berusaha walau terkadang tangan mereka telah patah, kaki mulai melemah, perut mulai bertanya-tanya.

Dan saya malu mengakuinya, karena terkadang saya tak mampu menahan kerasnya dunia. Tak mampu bertarung bersama baja, tak mampu meredam amarah.

Hingga akhirnya, dengan semua kebodohan saya. Saya mengambil kesimpulan bahwa Tuhan memberikan cobaan yang berlebihan kepada saya.

Saya pun berpikir. ada yang salah, mengapa? karena saya gelisah.

Hingga pada suatu hari, saya dihadapi pada sesosok pak tua yang tetap gigih menggayu sepedanya untuk memasarkan sayurannya.

Dia sungguh tua, sangat rentah, terlihat begitu lemah, bahkan sangat tidak layak untuk menikmati angin dari sepeda.

Hati saya tertawa, air mata saya seolah terus dipompa. Hingga mulut saya berdoa kepada sang pencipta untuk memperlancar rezeki si Bapak Penggayuh Sepeda.


Tidak berakhir disatu kisah, Tuhan seolah merencanakannya. Merencanakan agar air mata saya terjun bebas ke Dunia nyata.

Dan yang saya lakukan sama seperti sebelumnya. Mendoakannya. Lama kelamaan saya menjadi suka berdo’a untuk orang lain. Ya, berdoa agar mereka sejaterah, bukan tambah susah.  Tanpa saya sadari, apa yang saya lakukan tersebut ternyata membuahkan hasil yang tak disangka-sangka.

Awalnya saya memang tidak sadar, tapi seiring berjalannya waktu khasiatnya semakin terlihat.  Hingga kini, saya suka mendoakan orang lain untuk menjadi lebih baik lagi. Sekalipun orang tersebut menghardik saya. Justru disana adalah celah yang saya tunggu-tunggu untuk mendoakan keberkahan kepada orang tersebut. Itulah kesukaan saya, Inilah amalan saya.

Sederhana? Ya. Kita hanya membutuhkan keikhlasan. Ikhlas untuk bedoa.